Minggu, 18 Desember 2011

Strategi Menyampaikan Ceramah

Ceramah yang baik adalah yang menyebabkan jamaah memperhatikan inti materi lebih lama. Satu contoh yang baik dari keseriusan dalam hal memperhatikan suatu ceramah adalah ketika anak-anak terpaku menatap pendongeng yang bercerita dengan penuh penghayatan. Ya, memang penceramah bukan pendongeng, tetapi cara pendongeng membawakan materi adalah cara yang layak untuk diikuti para penceramah agar jamaah dapat tetap menaruh konsentrasi terhadap materi. Apalagi, materi ceramah yang diisi penuh dengan ayat Al Quran dan hadits bisa jadi menimbulkan kejenuhan jika isinya terlalu panjang dan terus menerus disampaikan tanpa variasi dan contoh yang relevan.

Berikut ini beberapa strategi berceramah yang insya Allah lebih membuat jamaah konsentrasi mendengarkan ceramah Anda.


  • Membacakan hadits nabi secara detail, sehingga menyerupai kisah yang panjang. Tidak hanya matan/isi, tetapi juga jalur sanadnya. Tidak lupa dengan do'a yang menyertai, seperti radhiallahu'anhu/ha/hum dan sholawat kepada nabi.
  • Menggambarkan situasi dengan rinci tentang tempat, waktu, atau bahkan pakaian orang-orang yang diceritakan dalam hadits. Tentu jika memang ada keterangan demikian dalam hadits. Kalau tidak, tak usah dipaksakan. Dengan menyampaikan latar suasana, ini akan menyebabkan imajinasi para jamaah berjalan seiring hadits, sehingga mereka seolah berada dalam waktu dan tempat yang sama bersama Rasulullah saw.
  • Membaca dengan intonasi keras pelan, cepat lambat yang variatif. Keras pada waktu penekanan, dan pelan untuk mengesankan perlunya jamaah mendengarkan dengan seksama pada bagian tersebut.
  • Membaca seolah-olah seperti berada dalam situasi yang sebenarnya, nada marah ketika membacakan arti ayat Allah yang berisi kecaman atau ancaman Allah, nada memelas ketika dalam situasi sedih, nada gembira ketika dalam situasi optimis, dsb.
  • Sesekali bertanya tentang hal yang berhubungan dengan kisah, misal “Siapa di sini yg guru matematika” ketika sedang menyebutkan suatu tahun yang jauh di masa lalu, atau "Ada yang ahli biologi?" ketika menjelaskan keajaiban ayat Allah tentang sifat biologis makhluk hidup.
  • Memberikan banyak contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari, sebanyak-banyaknya, yang umum diketahui masyarakat setempat, dan,
  • Membandingkan dalil alquran dan hadits dengan fenomena yg sekarang terjadi di masyarakat. Hal ini dapat mendorong jamaah untuk berpikir lebih mendalam tentang fenomena yang terjadi di masyarakat.
Demikian beberapa tips yang bisa Anda laksanakan. Selebihnya, semakin banyak jam terbang, semakin mudah Anda mendapatkan strategi yang jitu menurut Anda sendiri.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar