Selasa, 20 Desember 2011

Doa dan Pembuka Ceramah/Khutbah

Khutbah, dan ceramah pada umumnya, merupakan hal yang penting dalam Islam. Selain merupakan rukun dalam ibadah Jumat, khutbah menjadi oase spiritual bagi Muslimin dalam sepekan. Bagi mereka yang "tak sempat" mendapatkan siraman ruhani dan ilmu selama sepekan, khutbah Jumat menjadi salah satu kesempatan terbesar mereka untuk mendapatkannya. Itu pun dengan catatan mereka datang tepat waktu sehingga bisa mendengarkan khutbah dari awal.

Kesempatan ini mesti dimanfaatkan dengan baik oleh para khotib. Persiapan yang maksimal akan menjadi salah satu faktor kesuksesan khotib membuka hati setiap jamaah. Rasulullah sendiri sudah memberikan petunjuk praktis. Secara umum, menyampaikan ceramah dalam Islam memiliki prinsip "outline" yang jelas, sebagaimana disebutkan berikut ini:


  1. Memuji Allah swt.
  2. Melafalkan syahadat.
  3. Mengucapkan sholawat kepada Nabi saw.
  4. Mengingatkan, menasihati, atau berwasiat (diri sendiri dan) jamaah untuk selalu menambah iman dan taqwa mereka.
  5. Membacakan ayat-ayat Alquran di dalamnya, terutama pada khutbah.
  6. Mendoakan kebaikan untuk jamaah dan umat muslimin umumnya.
Akan tetapi, hendaknya diingat, bahwa kelima hal ini bukan sesuatu yang mutlak. Keberadaan khutbah adalah rukun dalam ibadah Jumat dan ibadah lain seperti hari raya 'Ied, tetapi tata caranya secara detail tidak Rasulullah tegaskan untuk persis sama baik urutan atau pun dzikir-dzikirnya. Rasulullah terbiasa berkhutbah dan berwasiat di depan umat dengan terdapat 6 poin tersebut di dalamnya. Sementara sebagian sahabat hanya beberapa poin darinya, dan hal ini tidak diingkari sahabat-sahabat lainnya. Khilafiyah demikian juga terdapat pada keempat imam mazhab. Tetapi, pada dasarnya, beberapa poin di atas saling berkaitan satu sama lain. Misalnya, berdoa dalam tuntunan Islam mestilah didahului memuji Allah dan mengucapkan sholawat.
Sebagaimana dalam atsar Umar bin Khottob Radhiallahu ‘anhu, “Sesungguhnya doa itu terhenti di antara langit dan bumi, tidak akan naik sedikit pun dari tempat itu sampai engkau bershalawat atas Nabimu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR. Tirmidzi no.486 dan Silsilah Ash-Shahihah karya syaikh Nashiruddin Al-Albani no.2035)
 Sementara, isi dari khutbah dan ceramah tentulah merupakan nasihat dan wasiat untuk bertaqwa, dan lazimnya dibacakan ayat Alquran di dalamnya, sebagaimana dinyatakan dalam beberapa hadits.
Dari Jabir bin Samurah Radhiallahu ‘anhu, dia berkata,”Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan dua khutbah di mana beliau duduk di antara keduanya; (dan dalam khutbah itu) beliau membaca Al-Qur’an dan mengingatkan manusia”. (HR. Muslim no.862)

Pada tulisan ini, saya menyertakan beberapa contoh pembuka khutbah dan ceramah. Semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam bish showwab.

Download Doa Pengiring Khutbah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar